Kamis, 10 September 2026

Sejarah Tak Harus Kuno, Cover Buku Sarekat Islam di Kaltim Usung Estetika Retro Y2K dari NewJeans

Rara Suciati, Ria Lestari, Vian, M Ilham Syahputra, Muhammad Sarip, Paramitha Putri Hidayat, Rahayu Permatasari
 

SAMARINDA – Siapa bilang buku sejarah harus selalu tampil dengan kesan kuno? Pertanyaan itulah yang coba dijawab Paramitha Putri Hidayat melalui desain cover buku Sarekat Islam di Kalimantan Timur: Sejarah Perjuangan dari Pasar Pagi Samarinda, Istana Kutai, hingga Perang Sultan Paser.

Alih-alih menggunakan visual yang identik dengan buku sejarah konvensional, Mitha—sapaan akrabnya—mengusung estetika retro Y2K. Nuansa akhir 1990-an hingga awal 2000-an dipadukan dengan sentuhan modern untuk menghadirkan tampilan yang lebih segar pada sampul buku karya Muhammad Sarip itu.

Gaya visual tersebut belakangan kembali populer di kalangan generasi muda, salah satunya melalui tren yang lekat dengan girl group K-pop NewJeans. Grup tersebut merilis album mini debutnya pada 2022.

Namun, bagi Mitha, konsep tersebut bukan sekadar persoalan estetika ataupun K-pop. Pekerja industri kreatif ini ingin membawa nuansa nostalgia generasi lama ke dalam buku yang membahas sejarah pergerakan di Kalimantan Timur.

Dari kiri: Barlin Hady Kesuma, Rizal Izmi K, Anas Yusfiuddin, M Ilham Syahputra, Muhammad Sarip, Paramitha Putri Hidayat

Menariknya, Mitha juga mendapat ruang untuk menceritakan langsung proses kreatif di balik desain tersebut. Ia menjadi narasumber dalam sesi yang membedah konsep cover buku pada forum peluncuran dan diskusi publik kolaborasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Samarinda dengan Lasaloka-KSB, 10 September 2026.

Momen itu menjadi milestone tersendiri bagi Mitha karena untuk pertama kalinya ia tampil dan speak up sebagai narasumber dalam forum publik.

Dalam mengerjakan desain, Mitha menggunakan Affinity, aplikasi desain yang dikembangkan dari Canva.

Melalui pendekatan tersebut, sejarah ditempatkan dalam kemasan visual yang lebih dekat dengan selera generasi masa kini.

Sejarah boleh datang dari masa lalu. Namun, cara menceritakannya tidak harus terasa jadul.

Forum yang digelar di Ruang Ki Hajar Dewantara lantai 4 Disdikbud juga menghadirkan lima narasumber lainnya, yaitu Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Samarinda Dr. Barlin Hady Kesuma, Kaprodi Pendidikan Sejarah FKIP Universitas Mulawarman Rizal Izmi Kusumawijaya, Ketua DPW Syarikat Islam Kalimantan Timur Anas Yusfiuddin, pengajar MA International Boarding School Muhammad Ilham Syahputra, dan sejarawah publik Muhammad Sarip.  (AR)

Rizal Izmi, Bowo, Anas Yusfiuddin, Ilham Syahputra, Muhammad Sarip, Paramitha Putri Hidayat

Audiens Peluncuran Buku & Diskusi Publik Disdikbud Samarinda & Lasaloka KSB 10 September 2026

Audiens Peluncuran Buku & Diskusi Publik Disdikbud Samarinda & Lasaloka KSB 10 September 2026

Video highlight: IG @samarindabahari

Tidak ada komentar:

Posting Komentar