![]() |
| Rara Suciati, Ria Lestari, Vian, M Ilham Syahputra, Muhammad Sarip, Paramitha Putri Hidayat, Rahayu Permatasari |
SAMARINDA – Siapa bilang buku sejarah harus selalu tampil dengan kesan kuno? Pertanyaan itulah yang coba dijawab Paramitha Putri Hidayat melalui desain cover buku Sarekat Islam di Kalimantan Timur: Sejarah Perjuangan dari Pasar Pagi Samarinda, Istana Kutai, hingga Perang Sultan Paser.
Alih-alih menggunakan
visual yang identik dengan buku sejarah konvensional, Mitha—sapaan akrabnya—mengusung
estetika retro Y2K. Nuansa akhir 1990-an hingga awal 2000-an dipadukan dengan
sentuhan modern untuk menghadirkan tampilan yang lebih segar pada sampul buku karya Muhammad Sarip itu.
Gaya visual tersebut
belakangan kembali populer di kalangan generasi muda, salah satunya melalui
tren yang lekat dengan girl group K-pop NewJeans. Grup tersebut merilis album
mini debutnya pada 2022.
Namun, bagi Mitha, konsep
tersebut bukan sekadar persoalan estetika ataupun K-pop. Pekerja industri
kreatif ini ingin membawa nuansa nostalgia generasi lama ke dalam buku yang
membahas sejarah pergerakan di Kalimantan Timur.
![]() |
| Dari kiri: Barlin Hady Kesuma, Rizal Izmi K, Anas Yusfiuddin, M Ilham Syahputra, Muhammad Sarip, Paramitha Putri Hidayat |
Menariknya, Mitha juga
mendapat ruang untuk menceritakan langsung proses kreatif di balik desain
tersebut. Ia menjadi narasumber dalam sesi yang membedah konsep cover buku pada
forum peluncuran dan diskusi publik kolaborasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan
(Disdikbud) Samarinda dengan Lasaloka-KSB, 10 September 2026.
Momen itu menjadi milestone
tersendiri bagi Mitha karena untuk pertama kalinya ia tampil dan speak up
sebagai narasumber dalam forum publik.
Dalam mengerjakan desain,
Mitha menggunakan Affinity, aplikasi desain yang dikembangkan dari Canva.
Melalui pendekatan
tersebut, sejarah ditempatkan dalam kemasan visual yang lebih dekat dengan
selera generasi masa kini.
Sejarah boleh datang dari masa lalu. Namun, cara menceritakannya tidak harus terasa jadul.
Forum yang digelar di Ruang Ki Hajar Dewantara lantai 4 Disdikbud juga menghadirkan lima narasumber lainnya, yaitu Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Samarinda Dr. Barlin Hady Kesuma, Kaprodi Pendidikan Sejarah FKIP Universitas Mulawarman Rizal Izmi Kusumawijaya, Ketua DPW Syarikat Islam Kalimantan Timur Anas Yusfiuddin, pengajar MA International Boarding School Muhammad Ilham Syahputra, dan sejarawah publik Muhammad Sarip. (AR)
![]() |
| Rizal Izmi, Bowo, Anas Yusfiuddin, Ilham Syahputra, Muhammad Sarip, Paramitha Putri Hidayat |
![]() |
| Audiens Peluncuran Buku & Diskusi Publik Disdikbud Samarinda & Lasaloka KSB 10 September 2026 |
![]() |
| Audiens Peluncuran Buku & Diskusi Publik Disdikbud Samarinda & Lasaloka KSB 10 September 2026 |
Video highlight: IG @samarindabahari





Tidak ada komentar:
Posting Komentar