Sampai
hari ini, masih ada warga Kaltim khususnya Samarinda yang tak tahu ada Moeis
selain nama rumah sakit di Samarinda Seberang.
Tampilkan postingan dengan label samarinda tempo doeloe. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label samarinda tempo doeloe. Tampilkan semua postingan
Rabu, 19 Juni 2019
Dicalonkan Gubernur, Malah Ajukan Calon Lain
Teladan Moeis Hassan
dalam Sejarah Politik Kaltim
Bukannya
langsung bersedia, ia malah mengajukan kandidat lain. Itu dilakukan Abdoel
Moeis Hassan ketika para anggota DPRD Kaltim tahun 1962 hendak mengusung
dirinya sebagai calon gubernur pengganti A.P.T. Pranoto.
Selasa, 28 Mei 2019
Minggu, 21 April 2019
Kartini Kaltim Tempo Dulu dan Kartini Milenial
![]() |
Muhammad Sarip dan Nabila Nandini, narasumber dari
Lasaloka-KSB dan tim pengusul Pahlawan Nasional Kaltim
Abdoel Moeis Hassan.
Sumber foto: HMPS FKIP Unmul.
|
Sedikitnya ada tiga figur perempuan Kaltim
tempo dulu yang punya kiprah cemerlang. Ketiganya yaitu Salbiah, Djoemantan Hasjim,
dan Fatimah. Hal ini diungkap oleh Muhammad Sarip dalam Seminar Sejarah Lokal
Refleksi Hari Kartini 2019 di Rektorat Universitas Mulawarman Samarinda (18/4/2019).
Senin, 11 Maret 2019
Kiprah Perempuan Kaltim Tempo Dulu Diseminarkan di Unmul 18 April
Anda ingin mengetahui para figur teladan perempuan di Kalimantan Timur zaman dulu? Anda bisa menghadiri Seminar Sejarah Lokal bertajuk "Refleksi Hari Kartini: Kiprah Teladan Perempuan Kaltim Tempo Doeloe” pada 18 April 2019 di Gedung Rektorat Universitas Mulawarman Samarinda.
Senin, 04 Februari 2019
Riwayat Tionghoa di Pusat Timur Kalimantan
| Pecinan Samarinda 1930. Sumber: koleksi Lola Devung |
Kejadiannya tujuh abad silam. Sebuah bukit di pesisir muara Sungai
Mahakam dinamai Jaitan Layar. Asal usulnya adalah kegiatan rombongan saudagar
dari Tiongkok yang menjahit layar kapal di bukit tersebut. Nama itu dicetuskan
oleh sang pendiri Kerajaan Kutai Kertanegara, yakni Aji Batara Agung Dewa Sakti.
Manuskrip “Salasilah Raja dalam Negeri Kutai Kertanegara” beraksara Arab-Melayu
yang selesai ditulis pada 1849 mewartawakan hal ini.
Langganan:
Postingan (Atom)
-
Kementerian Penerangan RI tahun 1953 mengungkap, di Muara Kaman ditemukan tiang batu bekas pemujaan. Penduduk setempat menamainya Lesong...
-
Yang tersohor bukan berarti benar. Yang kurang dikenal belum tentu salah. Kebenaran tidak diukur dari popularitas dan suara terbanya...
-
Lima puluh tahun setelah beristana di Pemarangan-Jembayan, Kesultanan Kutai Kertanegara memindahkan ibu kotanya ke Tenggarong pada 28 Septe...




