Minggu, 19 April 2026

Hari Kartini Bahas Mitos Kartini, Feminisme, Kekerasan Seksual, dan Sejarah Perempuan Kaltim


Samarinda,
SejarahKaltim.com

“Bolehkah laki-laki hadir di forum Hari Kartini?”

Pertanyaan ini menunjukkan visi perlindungan perempuan dan kesetaraan gender masih banyak hambatannya. Pemberitaan aktual yang muncul di media mengungkap sejumlah kasus kekerasan berbasis gender menimpa perempuan sebagai korban, dengan pelaku yang didominasi laki-kali. Karena itu, laki-laki sama pentingnya dengan perempuan untuk memahami substansi dari peringatan hari keperempuanan.

“Perempuan Kaltim Dulu dan Kini: Setara Belum? Aman Belum?”

Itulah tema utama Diskusi Publik Hari Kartini yang akan digelar di Aula Perpustakaan Kota Samarinda pada Sabtu, 25 April 2026.

“Laki-laki sering kali disingkirkan pada isu pemberdayaan gender. Sebagian pihak hanya hanya fokus pada perempuan. Padahal poin pentingnya adalah bagaimana laki-laki dan perempuan itu mampu berkolaborasi.” Begitulah salah satu gagasan yang diungkap Alisya Anastasya alias Anna.

Anna merupakan pengurus The Femme Lit Society BookClub. Mahasiswa Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman ini akan tampil sebagai narasumber dalam Diskusi Publik Hari Kartini di Perpustakaan Kota Samarinda pada Sabtu, 25 April 2026. Anna akan membahas subtema “Mitos Kartini, Isu Feminisme, Kekerasan Berbasis Gender, Penulis Problematik, dan Cancel Culture”.

Narasumber berikutnya adalah Inni Indarpuri, Inui Nurhikmah, dan Muhammad Sarip.

Inni Indarpuri merupakan novelis yang karyanya sering bermuatan unsur kearifan lokal Kalimantan Timur. Dia juga menulis buku biografi Dr Meiliana, Pj Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Timur 2018–2019 dan Pj Wali Kota Samarinda 2015–2016 yang baru saja tutup usia pada 7 April 2026. Inni membahas subtopik “In Memoriam Perempuan Kaltim”.

Inui Nurhikmah sebagai Ketua Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI) Samarinda akan mengulas “Perempuan dalam Perbukuan Lokal”. Pustakawan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Samarinda yang juga cerpenis ini sering menjadi narasumber untuk review buku-buku lokal.

Sejarawan publik Muhammad Sarip melengkapi forum dengan bahasan “Perempuan di Kaltim dalam Lintasan Sejarah”.

Forum diskusi bersifat casual, egaliter, merdeka berpendapat, dan bebas bereskpresi, serta langsung dimulai tanpa seremonial pembukaan pada pukul 9 pagi hingga 12 siang Wita. Sesi tanya jawab interaktif akan diperbanyak durasinya ketimbang sesi presentasi narasumber.

Audiens forum ini adalah peserta undangan dan pendaftar yang terkonfirmasi, dengan kuota 100 orang. Bukti kepesertaan berupa file PDF dari Lasaloka-KSB akan dikirimkan kepada tiap peserta melalui nomor WhatsApp. Tersedia doorprize buku sejarah lokal untuk audiens.

Pada hari-H, peserta yang terdaftar dan terkonfirmasi dipersilakan hadir 20 menit sebelum pukul 9 untuk proses registrasi dan mendapatkan fasilitas konsumsi. Kontak panitia via email: historiakaltim@gmail.com atau DM via IG @samarindabahari.  (AR)

=======

Berita & Info lainnya:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar